Travel and Lifestyle by Diana Putri Maharani

Traveling Gratis? Bisa Banget!

doc 2014

"Of course I'm weird. Being normal is boring"

Traveling itu gak melulu dilakuin sama orang kaya atau yang punya duit aja. Traveling itu diciptakan buat siapa saja, entah itu cewek atau cowok, kaya atau miskin, tua atau muda, siapapun itu mereka bisa traveling terlepas dari apapun keadaan mereka. Nah, kayaknya nih banyak banget salah paham dari kita semua dalam mengartikan makna dari traveling. Coba deh dipikirin lagi, apa arti traveling buat kalian? Mungkin banyak yang mengira bahwa traveling itu adalah liburan atau banyak yang berpikir backpacker-an atau masih banyak lagi perkiraan-perkiraan lain di luar sana. Gak ada yang salah kok.

Menurut KBBI sih, traveling sendiri artinya berpergian jauh. Udah itu doang, maknanya emang sesimpel itu aja. Simpel tapi bermakna luas, karena berpergian jauh itu bisa dikembangkan menjadi lebih jauh lagi, yang penting intinya berpergian jauh. Buatku traveling itu ketika kita melakukan suatu perjalanan entah itu liburan atau urusan bisnis, entah itu nyaman atau gak nyaman, yang jelas perjalanan itu pasti mengandung suatu pelajaran yang bisa kita petik disetiap langkahnya. Jadi, itu alasannya kenapa aku bilang kalo traveling itu bisa dilakukan oleh siapa aja.

Oke, intronya udah kepanjangan. Sekarang lanjut ke intinya aja.
Siapa sih yang gak mau traveling gratis? Kayaknya impian setiap orang banget ya.
Gimana caranya? Ada banyak cara kok untuk kalian bisa traveling gratis. Jadi, aku ceritain pengalamanku bisa dapet traveling gratis.

Ikutan Lomba/Ikutan Jadi Relawan



Ikut lomba berhadiah ini salah satu cara buat traveling gratis. Kan banyak tu ada lomba ini hadiahnya tiket kemana untuk 2 orang atau lomba yang sejenis gitulah. Tapi... Susah gak sih?
Enggak kok! Enggak susah asalkan mau usaha.

Btw, lombanya gak harus yang berhadiah tiket kayak gitu. Lima tahun yang lalu aku pernah bikin sebuah cerpen yang temanya kalo aku gak salah sih tentang bencana alam Indonesia. Cerpen itu aku ikutkan lomba dan tepat banget yang ngadain lombanya si Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berkolaborasi sama salah satu penerbit. Alhamdulillah-nya cerpenku itu masuk ke 10 besar nominasi terbaik. Nah, ke-10 besar ini dulunya akan diberi pembekalan selama 1 bulan, dan 11 bulan sisanya ikut sama ACT keliling Indonesia untuk ngeliat dan berkontribusi langsung di lokasi bencana yang didatangi sama ACT. Waktu itu Indonesia emang lagi ada banyak bencana. Tapi bukan cuma sampe situ aja. Kami juga dituntut untuk menulis satu buku mengenai apa yang kami lihat dan yang kami lakukan selama 11 bulan ikut keliling bersama ACT dan nantinya buku tersebut akan diterbitkan oleh si penerbit. Nah, meskipun keliling Indonesia nya buat ngeliat dan berkontribusi di tempat yang lagi terkena musibah sekaligus dituntut untuk menulis satu buku, tapi tetep aja kan cerita kita lagi traveling. Justru traveling yang seperti ini akan membuat kita banyak belajar arti kehidupan. Jadi bukan hanya sekedar jalan-jalan aja, tapi harus ada nilai-nilai yang bisa kita ambil.

Bersyukur sih, diberi kesempatan buat nulis cerpen yang judulnya "Surat dari Korban Karangkobar". Cerpen yang legendaris banget buat aku. Karena selain masuk 10 besar nominasi di ACT, cerpen itu juga dimuat di beberapa media lainnya. Gimana? Cuma nulis cerpen aja, bisa bawa kita buat traveling juga kan?

Ikut Acara Internasional dan Nasional

doc. 2015


Zaman sekarang setau aku ada begitu banyak acara-acara baik nasional atau internasional yang bisa kita ikuti. Contohnya aja kayak kongres atau mungkin Model United Nations (MUN) dan masih banyak banget contoh acara-acara lainnya. Nah, dengan ikutan acara kayak gitu, otomatis bisa membuat kita traveling juga kan. Biasanya acara kayak gitu cuma 2-3 hari. Sisanya bisa sekalian dimanfaatkan buat traveling.

Aku dulu juga sering ikutan acara-acara kayak gitu. Tapi biasanya aku lebih tertarik yang temanya tentang kepemimpinan atau apapun lah yang menyangkut kemanjuan generasi muda bangsa. Pokoknya yang berbau Leaders Summit aja pasti aku daftarin wkwkwk. Memang sih tahapannya untuk ikut acaranya ada banyak, ribet, menguras otak, energi, tapi percayalah semua ada hikmahnya wkwk. Selain traveling, kita bakalan dapet banyak banget ketemu orang-orang hebat. Kalo aku sih udah ngerasa cuma jadi butiran debu aja di antara orang-orang hebat itu. Tapi, kita harus percaya diri karena dengan begitu kita jadi dituntut untuk berpikir lebih dan berpikir dari berbagai macam sudut pandang.

"Sit with winners, the conversation will be different"

Dengan ikut acara seperti itu juga, kita jadi nambah pengetahuan. Seperti aku yang dulu kagak paham dan ogah banget belajar masalah hukum maritim atau politik atau ekonomi atau zona wilayah negara sendiri, ketika aku ikut South East Asian Leaders Summit, aku dituntut untuk berpikir semua aspek baik itu politik, ekonomi, sosial-budaya, hukum, kesehatan, pendidikan, apapun itu. Bukan cuma negara Indonesia aja, tapi satu ASEAN yang dibahas waktu itu. Gimana gak meletus ni otak mikirin negara-negara se-ASEAN wkwk. Tapi aku gak pernah menyesali udah memutuskan buat ikut.


doc. 2014

Tapi kan... ikut kayak gitu harus bayar mahal banget.
Kamu bisa ajuin beasiswa ke penyelenggara atau bisa juga kamu ajuin proposal sponsor kepada instansi-instansi terkait yang bisa ngasih kamu sponsor. Bukan cuma instansi pemerintahan aja, kamu juga bisa ajuin proposal sponsor ke beberapa perusahaan swasta. Kalo penawaran yang kamu ajukan di proposal mu menarik, kamu pasti akan dibiayai untuk ikut acara nasional atau internasional yang kamu mau.

Yes! Aku tau buat dapetin yang gratis itu gak mudah. Pasti butuh effort yang lebih dari pada orang lain dan pasti melelahkan, bikin kita nangis seharian, atau banyak lah pastinya. Mungkin aku bukan orang yang pandai ngomong, aku juga bukan orang yang pandai berpendapat, nulis juga gak jago-jago amat, tapi kalo kita gak pernah coba, kita gak akan tau apakah kita bisa atau enggak. Aku bukan mahasiswa ilmu politik, aku bukan mahasiswa hubungan internasional, aku justru mahasiswa kesehatan yang buta sama ilmu sosial dan politik. Tapi ya, aku mau coba.

Gagal? Jangan salah! Aplikasiku untuk ikut acara internasional pun sering ditolak. Bahkan lebih banyak ditolaknya dari pada diterimanya. Aku ikut lomba pun juga lebih banyak gagalnya dari pada berhasilnya. Tapi itu aku anggap itu semua adalah proses untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Intinya, break your limit!
Meskipun kamu gak ahli di bidang itu, tapi kalo kamu mau, kamu bisa mempelajarinya. Meskipun ilmu yang kamu pelajari gak ada hubungannya sama jurusanmu, tapi percayalah ilmu itu pasti akan berguna nantinya. Dan jangan pernah takut dianggap gila. Aku sering dibilang gila, sering dibilang pemimpi. Tapi aku punya keyakinan, harapan, dan kekuatan. Gagal? Coba lagi. Gagal lagi? Coba terus. Gagal terus? Cari jalan lain, tapi jangan ubah tujuanmu. Kalo tujuanmu pengen traveling gratis, ada sejuta cara di dunia ini untuk kamu menggapainya, salah satunya seperti yang udah aku buktikan dan udah aku uraikan sesuai cerita di atas. Tinggal kamu mau lari untuk menangkapnya atau enggak. Dan percayalah, gak ada yang mustahil di dunia ini.

"When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it. - Paulo Coelho"
Share:

No comments:

Post a Comment